Rabu, 06 Juni 2012

Intervensi Sistem Pendidikan Indonesia

Ada apa dengan sistem pendidikan Indonesia? Banyak sekali anak bangsa yang tertekan dengan sistem yang ada saat ini. Bahkan baru-baru ini salah satu anak bangsa kita yang berada di Nias, Henrikus Hia meninggal dunia saat melaksanakan Ujian Nasional(UN). Naas bukan?
Sistem yang lebih mengedepankan hasil ataupun berupa nilai yang menurut mereka(pemerintah) sebagai standar untuk bisa bertahan di dunia ini. Salah satu sistem yang sangat kontropersial adalah sistem kelulusan siswa yang harus lulus proses Ujian Nasional(UN) sebagai standar kelulusannya. Banyak sekali kemudaratan yang timbul akibat dilaksanaknnya Ujian Nasional. Diantaranya, akan timbul pemahaman yang keliru terhadap makna bejalar di sekolah. Tujuan belajar yang mestinya dalam rangka mencari ilmu, berubah menjadi sekedar meraih kelulusan ujian nasional. Akibatnya, mata pelajaran yang tidak di UN kan akhirnya menjadi dinomorduakan, termasuk gurunya. Siswa juga akan dihantui ketakutan yang besar tidak lulus UN. Hingga mereka akhirnya menghalalkan berbagai cara untuk mencapai apa yang mereka inginkan.

Pemerintah juga membuat banyak sekali standarisasi dalam hal pendidikan. Salah satunya pembuatan kurikulum yang merupakan standar yang harus dijalankan oleh tiap sekolah di Indonesia, dimana kurikulum tersebut sudah banyak sekali berubah.
Hal ini sangat berdampak bagi dunia pendidikan kita. Para pengajar akan pusing dengan seringnya pergantian kurikulum. Bahkan mereka akan tertekan untuk mengejar target yang diberikan pemerintah kepadanya. Siswa yang terlambat dalam proses belajar, akan tertinggal, karena sibuknya pengajar bangsa kita untuk mengejar target tersebut. Bahkan pihak sekolah dan para pengajar akan menghalalkan berbagai cara untuk mencapai target tersebut. Seperti yang terjadi saat Kepolisian Resor Kota Besar Surabaya menangkap lima guru yang menjadi pelaku yang membocorkan jawaban Ujian Nasional (UN) 2012 tingkat sekolah menengah pertama.
Jadi, mengapa sistem yang sudah ambruk ini masih dipertahankan? Tiap pihak saling mengintervensi, mulai dari pelajar, pendidik, dan pihak lainnya yang terlibat dalam dunia pendidikan. Mengapa pemerintah tidak mempercayakan hal proses belajar-mengajar kepada para pendidik? Pemerintah selalu mengintervensi dunia pendidikan dengan standarisasi yang akan menekan semua pihak.
Seharusnya, mulai dari evaluasi belajar secara nasional dilakukan tanpa ada intervensi pemerintah sekali pun. Setiap sekolah bahkan guru berkuasa penuh untuk menyusun kurikulumnya sendiri.Jadi jangan sampai para pengajar kita disibukkan untuk mengejar terget-target tertentu karena guru selalu menyesuaikan bahan ajarnya dengan kebutuhan setiap pelajar. Siapa pun presidennya dan menteri pendidikannya tidak akan berpengaruh signifikan terhadap masa depan pendidikan bangsa kita. Karena fungsi pemerintah dalam memajukan sektor pendidikan adalah dukungan finansial dan legalitas.
Dengan sistem tersebut, para pelajar kitapun akan di bina hingga mereka mengerti. Merekapun akan di nilai sesuai dengan kemampuan mereka. Mereka akan bebas berkreasi sesuai keinginan mereka. Hingga akhirnya akan tumbuh tunas-tunas bangsa yang akan mengharumkan negeri ini.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar